The Real Internet of Things (IoT)

Jumat 24 April 2015 , Surya University mengadakan acara seminar yang menarik perhatian  khususnya mahasiswa jurusan HCI (Human Computer Interactions). Seminar kali ini mengambil tema “Real Sense Technology and IoT (Internet of things).

Acara ini menghadirkan dua nara sumber:  Firstman Marpaung dari Intel Corporation dan pimpinan komunitas Microsoft User Group Indonesia, Kedua Narenda Wicaksono  CEO (Chief Executive Officer) at Dicoding.


Internet of Things (IOT) dalam bahasa indonesia secara singkat adalah hal-hal berhubungan dan berkaitan dengan internet. Secara mudah Internet of Things dapat dipahami sebagai istilah yang menggambarkan bagaimana berbagai perangkat di sekitar kita selain bisa terhubung ke internet, juga dapat berkomunikasi dengan tablet, PC, dan smartphone yang akan membantu dalam memudahkan pekerjaan yang kita lakukan.

iot1

Istilah “Internet of Things” pertama kali didokumentasikan oleh seorang visioner Inggris, Kevin Ashton, pada tahun 1999. IOT diharapkan untuk menawarkan konektivitas canggih dari perangkat, sistem, dan jasa, mendukung Machine-to-Machine ( M2M) dan mencakup berbagai protokol, domain, dan aplikasi. Dan satu harapan yang paling tinggi, IoT akan terus diarahkan dalam mewujudkan sistem otomatisasi di hampir semua bidang bersama dengan teknologi canggih yang disebut “Smart Grid”. Smart Grid yaitu konsep Grid modern yang menggunakan teknologi digital sebagai dasarnya.

Internet of things erat kaitannya dengan teknologi yang saling terhubung dan mudah diakses. Internet of Things ini dapat menghubungkan berbagai lokasi seperti rumah sakit, pabrik, pembangkit listrik, pusat perbelanjaan, sistem transportasi, atau bahkan rumah kita ke dalam jagad internet. Mari kita lihat ilustrasi gambar dibawah ini :

iot2
Ketika objek tersebut dapat dikenali secara digital, maka objek ini dapat dikendalikan dimanapun kita berada selama terkoneksi dengan internet. Ini artinya akan terjadi lalu lintas data yang lebih ramai, lebih luas, dari berbagai penjuru, dengan cara yang lebih baik dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keamanan. Munculnya IoT ini menyebabkan Inovasi berlabel “smart” mulai gencar diberitakan, dulu kita hanya mengenal Smart Phone namun saat ini label smart tidak hanya muncul pada Smart Phone saja, satu per satu mulai muncul label “Smart” mulai dari smart home, smart car hingga smart city. Smart city adalah salah satu yang kini gencar dibangun di Indonesia sebagai salah satu langkah modernisasi dan adopsi teknologi ke sektor yang lebih luas.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin cangih dan modern maka akan tiba waktunya dimana, semua benda-benda di sekitar kita akan terhubung secara nirkabel melalui Internet of Things (atau Internet of Everything).

Hal yang harus kita pahami adalah bahwa teknologi memang diciptakan untuk memudahkan dan membantu segala aktifitas manusia. Dengan perkembangan tekhnologi, kita dapat menghemat waktu, biaya, tempat, pekerjaan dilakukan dengan lebih efisien sehingga akan meningkatkan kinerja pekerjaan kita. Namun kita tidak boleh lupa bahwa kita sebagai user of technology juga diminta untuk memanfaatkannya secara bijaksana dan terus melakukan inovasi yang nantinya juga akan memberikan kontribusi dalam memudahkan segala aktifitas manusia.

Tetap semangat dan terus berinovasi. Yheaay…

Kontribusi tulisan by demacahya.blogspot.com Edited by prigad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *